Langkah – Langkah Pendekatan Sistem

Langkah – langkah dalam pendekatan sistem meliputi:

1. Analisa Sistem

Langkah – langkahnya:

  • Penetapan sistem apa yang akan dipakai
  • Penetapan langkah langkah yang akan ditempuh
  • Pengumpulan data dan fakta tentang sistem yang dipelajari
  • Pengkajian data
  • Penyusunan deskripsi sistem
  • Pengenalan identifikasi dan perumusan masalah sistem

2. Perancangan Sistem

Secara konseptual dapat memecahkan masalah dengan optimal

Langkah – langkahnya:

  • Penetapan tujuan
  • Spesifikasi beberapa alternatif, mekanisme dan prosedur, proses, feed back untuk merubah input dan output

3. Manajemen Sistem

Langkah – langkahnya:

  • Memebentuk TIM
  • Mempelajari sistem informasi pada saat ini
  • Menetapkan tujuan SIM
  • Evaluasi alternatif rancangan sistem informasi
  • Evaluasi alternatif perlengkapan sistem
  • Analisa biaya yang diusulkan
  • Siapkan langkah penerapan
  • Tinjauan ulang sistem informasi tiap tahun
Categories: Sistem Informasi Manajemen | Tinggalkan komentar

Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

Sistem

Sistem adalah sekumpulan unsur yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya sedemikian rupa berproses mencapai tujuan tertentu, atau suatu tatanan dimana terjadi suatu kesatuan dari berbagai unsur yang saling berkaitan secara teratur menuju pencapaian unsur dalam batas lingkungan tertentu.

Ciri – ciri sistem:

  1. Pencapaian suatu tujuan
  2. Kesatuan usaha
  3. Adanya unsur fungsional (input, proses, output, feed back)
  4. Saling berhubungan
  5. Berjenjang

Tujuan Sistem

  1. Setiap sistem memiliki tujuan (goal)
  2. Tujuan berfungsi sebagai pengarah sistem
  3. Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen
  4. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen
  5. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan

Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem merupakan salah satu cara yang dapat dipakai untuk memecahkan suatu masalah. Pendekatan sistem digunakan ketika:

  • Adanya fungsi dalam bentuk keseluruhan yang ingin dipelajari
  • Keadaan yang bersifat komplek dan terasa rumit
  • Banyak permasalahan ditangani
  • Banyak tujuan bagian – bagian terkait yang mempunyai potensi untuk bertentangan

Komponen – Komponen Sistem

  1. Input
  2. Proses
  3. Output
  4. Feed Back (Umpan Balik)
  5. Lingkungan
Categories: Sistem Informasi Manajemen | Tinggalkan komentar

Rekonsiliasi Bank

Bank adalah saldo rekening giro yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan usaha. Yang tidak termasuk dalam pengertian kas, baik menurut akuntansi maupun perpajakan adalah:

1. Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover

Saldo rekening berupa deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover tidak termasuk dalam pengertian kas karena tidak dapat digunakan sewaktu-waktu.

2. Prangko dan Materai

Biasanya perusahaan mempunyai persediaan prangko dan materai yang dapat dipakai sewaktu-waktu. Persediaan ini tidak termasuk dalam pengertian kas, sekalipun persediaan ini sering disimpan oleh kasir perusahaan. Apabila jumlahnya cukup besar, persediaan ini dapat digolongkan ke dalam persediaan perlengkapan alat-alat kantor (supplies).

3. Kas bon atau uang muka

Kas bon merupakan bukti penerimaan uang muka dari pegawai tidak dapat digolongkan ke dalam kas. Kertas-kertas tersebut tidak dapat digunakan sewaktu-waktu, sehingga tidak dapat dianggap uang tunai.

4. Cek mundur dan cek kosong

Cek mundur tidak dapat diuangkan sampai jatuh temponya sehingga tidak memenuhi syarat sebagai kas. Cek mundur yang diterima untuk melunasi piutang belum mengurangi saldo piutang. Apabila dapat diuangkan karena tidak cukup dananya di bank, cek tersebut disebut kosong. Cek kosong sama sekali tidak memiliki harga, sehingga tidak dapat dianggap sebagai aset perusahaan.

Rekonsiliasi bank yaitu membuat suatu analisa hal – hal yang menimbulkan perbedaan antara catatan perusahaan mengenai simpanannya di bank dengan catatan yang disajikan oleh petugas bank.

Perusahaan secara periodik (misalnya setiap akhir bulan) akan menerima catatan -catatan secara terperinci dari banknya yang disebut rekening koran. Dari laporan yang diterima akan diketahui berapa saldo simpanan perusahaan tersebut di bank yang bersangkutan dan selanjutnya sekaligus dapat dicocokkan dengan catatan – catatan yang dibuat oleh perusahaan sendiri.

Sering terjadi antara saldo simpanan menurut laporan bank dengan catatan perusahaan terdapat perbedaan. Perbedaan ini akan dianalisa dan selanjutnya akan disusun suatu laporan yang dinamakan Rekonsiliasi Bank.

Categories: Akuntansi Dasar (Basic) | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.