BEP (Break Even Point)

Break Even Point atau BEP atau titik impas adalah “Suatu keadaan dimana suatu usaha tidak memperoleh laba atau menderita rugi”. Jadi jumlah penghasilan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan, lebih rendah dari titik ini akan rugi dan lebih besar dari titik ini akan untung.

Komponen BEP mencakup:

  1.  Biaya Tetap, adalah biaya yang tidak tergantung jumlah pelayanan yang diberikan.
  2. Biaya variabel adalah biaya yang terkait dengan jumlah pelayanan yang diberikan.
  3. Kapasitas maximum adalah kapasitas tertinggi dari pelayanan yang dapat diberikan, bila diatas kapasitas perlu penambahan biaya tetap yang baru.
  4. Tarif adalah harga jual pelayanan.

Rumusnya: T x Q = BT + Q x V

dimana, T = Tarif, Q = Jumlah pelayanan, BT = Biaya tetap, BV = Biaya variabel

Apabila ingin ada biaya pemasaran atau biaya pengembangan, maka perlu ditambahkan,

maka rumusnya: T x Q = BT + Q x V + L + P + K

dimana, L = Laba, P = Pemasaran, K = Pengembangan

Categories: Akuntansi Dasar (Basic), Akuntansi Menengah (Intermediete) | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: